Ilmu Administrasi Bisnis UPN "Veteran" Yogyakarta

Mahasiswa Administrasi Bisnis UPN Veteran Yogyakarta Dampingi UMKM Bantul: Perkuat Branding, Digitalisasi, dan Manajemen Usaha Lokal

Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis UPN “Veteran” Yogyakarta terjun langsung ke Kabupaten Bantul untuk melakukan pendampingan kepada para pelaku UMKM lokal. Selama satu bulan penuh, mahasiswa mendatangi rumah produksi, kios kecil, dapur usaha, hingga sentra paguyuban UMKM untuk memahami tantangan nyata yang dihadapi para pelaku usaha mikro. Beragam jenis usaha menjadi objek pendampingan, mulai dari tanaman hias dan bibit pisang, emping melinjo aneka rasa, nasi box dan gudeg, berbagai jenis camilan rumahan, keripik pisang, keripik tempe, peyek, keripik kentang, keripik sukun, hingga usaha snack dan catering. Selain itu, mahasiswa juga mendampingi UMKM dengan produk khas seperti telur asin pindang YAFA, ecoprint YAFA, warung soto kemepyar, sirup bunga telang, serta berbagai olahan minuman herbal seperti jahe instan, beras kencur, dan kunyit asam, baik dalam bentuk instan maupun siap minum.

Setiap mahasiswa melakukan asesmen langsung di lapangan untuk memetakan kebutuhan setiap UMKM. Banyak pelaku usaha mengaku belum memiliki kemampuan pemasaran digital, masih mencatat transaksi secara manual, atau belum memahami pentingnya identitas merek. Melalui pendampingan intensif, mahasiswa membantu pelaku UMKM membuat logo, merancang tampilan kemasan, memperbaiki foto produk, serta membangun identitas visual yang lebih profesional. Di sisi lain, penerapan pemasaran digital juga menjadi fokus pendampingan, di mana mahasiswa mendampingi UMKM membuka akun Instagram bisnis, memetakan konten promosi, membuat katalog digital, hingga menyiapkan foto produk yang layak dipublikasikan. Banyak pelaku UMKM yang sebelumnya tidak percaya diri dengan promosi daring akhirnya mulai memahami bagaimana konten yang tepat dapat menarik perhatian calon pembeli.

Pendampingan juga menyentuh aspek manajemen usaha seperti penyusunan arus kas harian, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, perhitungan harga pokok produksi, hingga pembagian biaya secara sederhana. Bagi UMKM yang bergerak di sektor kuliner seperti snack, nasi box, atau gudeg, pembenahan pengelolaan keuangan terbukti membantu mereka memahami struktur biaya usaha dan menentukan harga jual yang lebih tepat. Di beberapa lokasi, mahasiswa juga mengedukasi pelaku usaha mengenai manfaat legalitas usaha dan pentingnya bergabung dalam paguyuban seperti Amboy atau pasar tani, karena melalui komunitas tersebut para pelaku UMKM dapat memperoleh pelatihan tambahan dan akses promosi yang lebih luas.

Program pendampingan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi UMKM, tetapi juga membuka wawasan mahasiswa mengenai tantangan bisnis skala mikro. Banyak mahasiswa mengaku terkejut melihat bagaimana pelaku UMKM menjalankan usaha dengan keterbatasan pengetahuan pemasaran dan manajemen, namun tetap memiliki semangat tinggi untuk maju. Pendampingan ini menjadi ruang belajar yang mempertemukan teori administrasi bisnis dengan realitas lapangan yang jauh lebih kompleks dan menantang. Interaksi langsung antara mahasiswa dan pelaku UMKM juga menciptakan hubungan kolaboratif yang hangat, di mana kedua belah pihak saling berbagi pengalaman, ide, dan strategi untuk mengembangkan usaha.

Pihak Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis UPNVY menyambut baik keberhasilan kegiatan ini sebagai contoh nyata implementasi pembelajaran berbasis proyek yang memberi dampak langsung bagi masyarakat. Program ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal. Dengan pendampingan yang dilakukan, UMKM di Bantul kini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pemasaran digital, pengelolaan usaha, dan pentingnya identitas merek dalam meningkatkan daya saing. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan antara kampus dan pelaku usaha lokal, sehingga UMKM dapat tumbuh lebih kuat dan adaptif dalam menghadapi perubahan pasar yang semakin kompetitif.

Bagikan