Ilmu Administrasi Bisnis UPN "Veteran" Yogyakarta

Dosen Ilmu Administrasi Bisnis UPN “Veteran” Yogyakarta Dorong UMKM Desa Purwomartani Go Digital melalui Program Desa Berdaya 2025

Sleman, 2 November 2025 – Dosen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Ahmad Zaki, S.A.B., M.A.B., menjadi narasumber utama dalam kegiatan Desa Berdaya 2025 yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP UPNVYK. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 1 November 2025 di Kelurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan melibatkan puluhan pelaku UMKM lokal dan mahasiswa.

Membangun Desa Berdaya dan Mandiri melalui Literasi Digital

Program Desa Berdaya merupakan agenda tahunan BEM FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta yang berorientasi pada pengabdian masyarakat dan pemberdayaan desa binaan berbasis potensi lokal. Tahun 2025, kegiatan ini mengangkat tema “Pemberdayaan UMKM Desa: Pelatihan Promosi Digital, Fotografi Produk, dan Copywriting.” Fokusnya adalah meningkatkan literasi digital dan kemampuan promosi pelaku UMKM agar mampu bersaing di era ekonomi digital yang dinamis.

Dalam sesi pelatihan, Ahmad Zaki menekankan pentingnya strategi pemasaran digital (digital marketing) yang efektif bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Menurutnya, digitalisasi pemasaran bukan hanya tentang promosi di media sosial, tetapi juga membangun citra dan hubungan jangka panjang dengan konsumen.

“Digital marketing bukan sekadar menjual produk, tetapi tentang bagaimana membangun kepercayaan melalui konten yang menarik dan konsisten. Foto produk yang baik menarik mata, dan copywriting yang tepat menyentuh hati calon pelanggan,” jelas Zaki dalam sesi penyampaian materi.

Pelatihan Praktis: Dari Foto Produk hingga Strategi Copywriting

Pelatihan ini dirancang secara interaktif, menggabungkan penyampaian materi, sesi tanya jawab, serta workshop praktik. Para peserta belajar langsung bagaimana menentukan target pasar, memilih platform media sosial yang tepat, dan membuat konten promosi yang efektif di Instagram, WhatsApp Business, dan Facebook.

Selain itu, peserta juga diajarkan teknik dasar fotografi produk agar hasil foto tampak profesional, menarik, dan mampu meningkatkan daya jual. Sesi terakhir membahas copywriting—seni menulis teks promosi yang persuasif dan membangun kedekatan emosional dengan konsumen. Ahmad Zaki mencontohkan bagaimana kalimat sederhana bisa diubah menjadi promosi yang menggugah minat beli, dengan gaya bahasa ringan dan ajakan yang halus namun kuat.

“Kunci utama promosi digital UMKM adalah kombinasi antara visual yang kuat dan pesan yang menggugah emosi. Konsumen sekarang tidak hanya membeli produk, tetapi juga membeli cerita di balik produk tersebut,” tambahnya.

Antusiasme Peserta dan Dampak Nyata bagi UMKM

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pelaku UMKM Desa Purwomartani yang bergerak di berbagai bidang, seperti kuliner, kerajinan, dan fashion lokal. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi praktik fotografi produk dan menulis captionpromosi di media sosial.

Ketua Pelaksana Desa Berdaya 2025Nazwa Aulia Putri, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat desa dalam mengembangkan potensi lokal berbasis teknologi.

“Kami berharap setelah pelatihan ini, UMKM di Purwomartani mampu mengelola akun media sosialnya secara mandiri, membuat konten yang menarik, dan memperluas pasar tanpa harus bergantung pada pihak luar,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Sri Wahyuni, pemilik usaha camilan tradisional Krupuk Melati, mengaku mendapat banyak manfaat dari pelatihan ini.

“Selama ini kami hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Setelah ikut pelatihan ini, saya jadi tahu cara membuat foto produk yang bagus dan menulis caption menarik di Instagram. Sangat membantu meningkatkan penjualan,” ungkapnya.

Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Kegiatan Desa Berdaya 2025 merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa FISIP UPNVYK tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga turut berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat desa untuk menjadi lebih mandiri dan berdaya saing.

Program ini juga memperkuat nilai-nilai Bela Negara yang menjadi karakter khas UPN “Veteran” Yogyakarta, dengan mendorong civitas akademika untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui inovasi dan pemberdayaan berbasis ilmu pengetahuan.

“Kami ingin mahasiswa belajar langsung di lapangan, memahami realitas sosial, dan menjadi agen perubahan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Ahmad Zaki, yang juga aktif dalam riset terkait digitalisasi UMKM dan kewirausahaan desa.

Penutupan dan Harapan Keberlanjutan

Kegiatan ditutup dengan sesi pemberian sertifikat kepada narasumber, moderator, dan peserta terbaik, dilanjutkan dengan dokumentasi bersama perangkat desa. Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini akan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara UPN “Veteran” Yogyakarta dengan pemerintah desa dalam mengembangkan desa digital yang produktif dan inovatif.

“Desa Berdaya bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi gerakan kecil untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi desa melalui teknologi dan kreativitas,” ujar Beny Primza Tarigan, Ketua BEM FISIP UPNVYK.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan semangat pemberdayaan digital UMKM terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bagikan